Warna-warni Bendera Negara Asian Games di Bantaran Kali Sentiong

Warna-warni Bendera Negara Asian Games di Bantaran Kali Sentiong
Warna-warni Bendera Negara Asian Games di Bantaran Kali Sentiong

Warna-warni Bendera Negara Asian Games di Bantaran Kali Sentiong

RAJAPOKER88 – Jelang penyelenggaraan Asian Games 2018, sejumlah wilayah di Jakarta ikut memeriahkannya dengan memasang bendera negara-negara peserta. Setiap wilayah memiliki cara tersendiri untuk menampilkan bentuk kreativitasnya.

Seperti di bantaran Kali Sentiong yang berlokasi di Jalan Tanah Tinggi Barat, Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Terdapat 45 gambar bendera peserta Asian Games yang disajikan menggunakan tampah beras yang digantung pada tiang bambu.

Gambar tersebut disusun dengan 15 bendera secara mendatar dan tiga menurun sehingga tampak rapi. Tak hanya itu, tampah yang digunakan kira-kira memiliki diameter 20 sentimeter.

Lurah Bungur, Aruwanto membenarkan bendera tersebut merupakan bentuk pernak-pernik untuk memeriahkan Asian Games. Bahkan, kemeriahan ini sudah mulai diperlihatkan kepada masyarakat sebelum penyelenggaraan pawai obor replika Asian Games pada Minggu, 15 Juli 2018.

Untuk pengerjaannya, dia menyebutkan ornamen ini diselesaikan selama dua Minggu oleh petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) Kelurahan Bungur. Aruwanto mengatakan, PPSU bekerja bergantian di luar tugas mereka sehari-hari.

“Ada sekitar lima orang yang mengerjakan itu. Alhamdulillah sebelum waktunya, sebelum replika obor Asian Games, sudah jadi,” kata Aruwanto saat dihubungi¬†RAJAPOKER88 di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Tak hanya itu, untuk memeriahkan perhelatan lima tahunan tersebut, dia menyebut bantaran Kali Sentiong di sekitar gapura bendera juga dicat warna-warni.

Ke-28 bendera negera peserta Asian Games 2018 juga tampak di Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.

Bendera yang diikat ke batang bambu yang dicat putih tersebut dipasang di pagar pembatas. Setiap bambu yang digunakan tertuliskan nama negaranya. Ini akan mempermudah masyarakat untuk mengetahui asal negara setiap bendera yang dikibarkan.

Lurah Penjaringan, Depika Romadi, menyebut bendera tersebut merupakan bekas acara pawai replika obor Asian Games. Dia menyebut beberapa kelurahan di Kecamatan Penjaringan memang ikut serta memeriahkan dalam kegiatan tersebut.

Usai acara pukul 13.00 WIB, Depika menyebut warga menyampaikan aspirasinya untuk memasang bendera yang ada di sepanjang jalan daripada tidak terpakai. Dia tak melarang selama hal tersebut tidak mengganggu lalu lintas.

“Ini kan bendera mereka yang menyiapkan, mereka yang potong bambu. Saya juga awalnya enggak tahu mereka pasang di mana, begitu malam saya lihat dipasang di lampu merah Emporium,” kata Depika kepada Liputan6.com.

Bendera di Tiang Bambu

Kendati begitu, dia mengaku kaget ketika pemasangan beberapa bendera tersebut sempat viral di media sosial. Bahkan bendera tersebut sempat diturunkan selama 2 jam dan akhirnya dikibarkan kembali atas perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Padahal, menurut Depika, beberapa pihak mengapresiasi pemasangan bendera itu meskipun menggunakan alat yang sederhana.

“Itu kan niat polos anak-anak muda, kreativitas mereka terbatas. Paling enggak mereka sudah niat, sudah berusaha untuk ikut membantu memeriahkan,” ucapnya.

Selain kedua wilayah tersebut, beberapa bendera negara perserta juga tampak di Kawasan Kota Tua, Jalan Lada, Tamansari, Jakarta Barat. Bendera tersebut berjajar menggunakan bambu kira-kira ketinggian 2,5 meter. Tiang bambu tersebut diikatkan dengan pembatas jalan Kali Besar.

“Itu yang masang itu dua warga dari Kecamatan Tambora dan Tamansari. Masyarakat yang pasang sebagai bentuk memeriahkan Asian Games saja,” kata Camat Tamansari, Firman kepada Liputan6.com.

Inisiatif Warga

Sementara itu, salah satu warga RW 17 Muara Baru, Muhammad Thamran menyatakan pemasangan bendera di Penjaringan, Jakarta Utara merupakan inisiatif bersama warga. Dana untuk membeli bendera dan bambu dilakukan iuran bersama dan seikhlasnya.

Thamran menyebut pengeluaran untuk pembelian bambu dan bendera menghabiskan uang sekitar Rp 1,7 juta. Bambunya, kata dia, diperoleh di sekitar Muara Baru.

“Malam itu kita rapat di kantor RW bahwa kami mau pasang bendera menggunakan bambu, disambut baik oleh ketua RT dan RW,” kata Thamran kepada Liputan6.com.

Untuk bendera, dia membelinya di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Saat pemasangan di pagar pembatas, Thamran mengatakan dilakukan usai pawai obor. Rencananya, pemasangan bendera tetap dilanjutkan karena saat ini belum semua bendera negara peserta terpasang di kawasan Penjaringan.

“Itu baru 28 bendera, belum semuanya. Nanti rencananya kita pasang sampai Muara Baru. Tembok-tembok juga akan kita cat dengan gambar bendera negara peserta,” jelasnya.

<h2></h2> <>

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*